Info Terbaru
Tidak Boleh Berpromosi di media sosial atau beriklan atau di spanduk mencantumkan logo logo dan nama nama para kurir yang sudah kerjasama dengan mmbc express.
Reservasi Online
Pemsesanan Tiket Pesawat, Tiket Kereta, Voucher Hotel, Tiket Promo dan Pendaftaran menjadi agen/dealer Bisa Dilakukan di web kami
Pendaftaran Agen dan Distributor
Jika Anda pernah melihat di TV Pak H. Bardan Priyanto dari Alfafa Universal Tour & Travel dan Pak Wempy Suciadi mereka adalah sama dengan kami, kami dari MMBC. lebih jauh tentang kami silahkan hubungi kami dengan kontak yang ada di web ini, terima kasih Terima kasih atas Kepercayaan anda bergabung bersama kami, semoga kita bisa maju bersama dalam bisnins ini, amien
0852 1093 1829
0896 7706 2753

Gunung Bromo

bromo

Yang wajib dilakukan di Bromo adalah menyambut mentari pagi. Sengaja menahan kantuk demi menikmati detik-detik terbitnya matahari dari balik bentang gunung api aktif aktif di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah sebentuk sensasi yang ingin direguk oleh para petualang lokal dan mancanegara.

Gunung Bromo

Bromo, Jawa Timur. Namanya menggaung di kalangan pecinta alam dan petualang aktif. Gunung Bromo Terletak di ketinggian 2.392 meter, sisa dari gunung purba ini menyajikan lukisan alam yang selalu dicari, terlebih oleh para fotografer. Membidik matahari yang naik perlahan dari balik bentang gunung dan diiringi awan putih yang berarak, bukan hal mudah untuk dilewatkan begitu saja.

Inilah magnet utama dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Saking terkenalnya, banyak orang menyebut Gunung Tengger adalah Gunung Bromo. Padahal, Gunung Bromo adalah salah satu anak Gunung Tengger yang muncul di tengah-tengah kaldera (bekas kawah) Gunung tengger.
Kata Bromo sendiri berasal dari kata Sansekerta, yakni Brahma, salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu. Eksotisme matahari terbit di Bromo bisa dinikmati dari Gunung Penanjakan.

Gunung Penanjakan

Gunung Penanjakan adalah titik tertinggi di bibir kaldera Gunung Tengger, 2.700mdpl. Dari sinilah titik terbaik menikmati kawasan kaldera Gunung Tengger dan pemandangan Gunung Semeru, serta terbitnya matahari.

Gunung Penanjakan bisa dicapai dengan menggunakan mobil four wheel drive yang banyak disewakan pada pengunjung. Keberangkatan ke Penanjakan umumnya akan berlangsung pada pukul 3-3.30 pagi agar tidak terlambat mengejar matahari terbit dan masih bisa mendapatkan spot terbaik untuk membidikkan kamera. Maklum, kita harus berbagi area dengan pengunjung lain yang—lebih-lebih—pada musim liburan amat banyak jumlahnya.
Tetapi, semua itu terbayar kala perlahan-lahan cahaya terang memperlihatkan puncak Gunung Bromo yang duduk bersebelahan dengan Gunung Batok. Puncak Gunung Semeru, gunung tertinggi di Jawa, terlihat dari kejauhan membelakangi Gunung Bromo. Awan berarak seolah mengelilingi gunung-gunung. Pemandangan desa dari ketinggian pun nampak seperti gambaran negeri dongeng dengan kabut tipis yang menyelimuti.
Gunung api yang masih aktif ini juga memiliki kawah yang tak kalah populer di kalangan pengunjung dan merupakan kawah yang memiliki arti penting bagi Suku Tengger—yang mendiami kawasan Bromo. Di kawah inilah masyarakat Hindu Tengger menggelar upacara Yadnya Kasada.

Kawah Bromo

Puas di Penanjakan, perjalanan bisa dilanjutkan menuju kawah Bromo bersama mobil jip sewaan.  Kawah ini memiliki diameter sekitar 800 meter yang membujur dari utara ke selatan dan sekitar 600 meter yang membentang dari timur ke barat.

Titian tangga yang tinggi menyambut setiap pengunjung yang ingin melongok gelegak kawah. Capai? Tenang, Anda bisa merasakan sensasi naik tangga ke puncak dengan duduk di punggung kuda dengan dituntun sang pemilik kuda
Jasa sewa kuda ini biasanya dibuka dengan harga Rp 100 ribu untuk rute pulang-pergi. Tetapi jangan heran jika ada yang menawarkan Rp 75 ribu. Semakin dekat dengan puncak alias dari tengah perjalanan, harga sewa kadang semakin merangsek turun, Rp 50 ribu.
Sampai di puncak, kita tak hanya melihat langsung ke kawah yang sedikit berbau belerang. Tetapi juga akan dihipnotis oleh pemandangan luas yang memukau di tiap sisinya. Di bagian sisi bentang bukit dan bebatuan dengan permukaan yang tidak rata justru seolah membuat lukisan seni alami. Sementara pemandangan lautan pasir dan Pura Agung Poten di kaki Gunung Bromo terlihat semakin anggun dari ketinggian.

“Bukit Teletubbies” dan “Pasir Berbisik”

bukit teltabies
Masih dalam satu rangkaian berwisata ke Bromo, tidaklah lengkap tanpa menjejakkan kaki di kedua tempat ini.
Masih ingat dengan program televisi BBC dari Inggris khusus anak “Teletubbies” yang juga ditayangkan di Indonesia? Paduan padang rumput dan perbukitan dalam program itulah yang mungkin banyak orang menjuluki padang savana Bromo dengan sebutan itu.
Padang savana ini berada di kawasan padang savana Tenger yang menyajikan hamparan hijau kekuningan bak permadani. Gurat-gurat celah perbukitan di balik Pegunungan Bromo membuat harmonisasi yang kian dramatis. Keindahannya akan segera mengingatkan diri pada gambaran negeri dongeng di kisah-kisah legenda. Waktu kunjungan terbaik adalah pada musim penghujan, yakni antara Januari hingga April.
Setelah pemandangan hijau yang asri, perjalanan akan dilanjutkan menuju hamparan pasir luas hasil muntahan isi Gunung Bromo berulang kali. Laut pasir ini selalu gembur dan remah di musim kemarau, serta memada. Namun, banyak terbentuk aliran sungai kecil di musim penghujan.
Keheningan yang tercipta di lautan pasir ini pun membuat indera pendengaran menjadi kian peka dengan gerak debu yang diterbangkan angin. Di sinilah lokasi syuting film “Pasir Berbisik” garapan sutradara Indonesia, Garin Nugroho. Itu sebabnya, kini nama film yang dibintangi oleh Christine Hakim itu menjadi nama populer Laut Pasir.

Naik Gunung Murah Nan Mudah

Wisata ke Bromo terhitung sebagai aktivitas naik gunung yang murah dan tidak melelahkan. Harga sewa mobil jip hardtop bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung jalur rute yang akan ditempuh. Misalnya, untuk rute dari Cemoro Lawang menuju Pananjakan 1-Kawah Bromo-Pasir Berbisik-Savana , dikenakan biaya Rp 575 ribu*. Untuk rute yang sama namun dari Wonokriti, dikenakan biaya Rp 525 ribu*.

Sistem penyewaan jip juga bisa mencakup penginapan untuk semalam. Misalnya, harga sewa jip plus penginapan untuk 8 orang, bisa dibanderol dengan harga Rp 900 ribu. Ada banyak paket perjalanan Bromo yang kini ditawarkan. Semua tinggal disesuaikan dengan keinginan.

Perangkat Wajib

Jangan lupa bawa perlengkapan baju hangat agar tetap nyaman menikmati sinema hidup di depan mata. Jaket, syal, sarung tangan, maupun topi penutup telinga sebaiknya sudah disiapkan dengan baik. Maklum, suhu di Bromo bisa amat rendah, ditambah hembusan angin, akan membuat mereka yang tida terbiasa tinggal di iklim dingin menggigil.

Namun, kenikmatan ini bisa menjadi “untung-untungan”. Pasalnya ketika cuaca mendung, matahari terbit tidak terlihat. Biasanya para pemilik warung di desa Ngadisari—yang menjadi tempat pemberhentian dengan banyak area penginapan dan peristirahatan sebelum menapak Bromo—akan memberi tahu hal ini. Jika memang ini yang terjadi, cobalah melongok ke langit. Jika masih ada bintang, meski sedang musim hujan, bisa dipastikan Anda tetap dapat menikmati keindahan matahari terbit di Bromo.